Warung Mak Ti
Di Blitar ada sebuah warung yang dikenal dengan Warung Ndeso. Dari namanya saja sudah bisa ditebak, bahwa masakan yang disediakan pasti masakan lokal dengan menu yang katanya "desa". Kata "desa" ternyata menarik perhatian, karena kata ini mempunyai konotasi bahwa bahan-bahan yang digunakan pasti segar. Warung ndeso ini bukannya tanpa nama. Namanya adalah Warung Mak Ti. Tempatnya memang ada di pinggiran kota Blitar, dan boleh dikatakan mengesankan posisi yang berada di desa. Meski saya datang malam hari, suasana pedesaan masih tampak di sekitar warungnya. Meski sebenarnya tempatnya tidak terlalu jauh dari pusat kota, dari alun-alun kota Blitar hanya sekitar 10-15 menit naik mobil.
"Warung Mak Ti dengan kesan" Warung ndeso atau warung Mak Ti ini bisa terkenal karena memang pernah disinggahi oleh orang-orang penting, yang dipajang foto-fotonya. Mungkin sebentar lagi foto saya terpajang ya, maklum kan saya termasuk orang terkenal setidaknya buat keluarga saya. Saya justru tertarik pada sebuah potret seorang ibu yang berukuran besar. Ternyata potret ini adalah potret pendiri warung Mak Ti dengan mengusung ide "ndeso".
"Ini dia pendiri warung ndeso Mak Ti di Blitar" Ikon sebuah warung bisa dibentuk dari apa yang ditampilkan. Namun bagi saya, yang terpenting dari sebuah warung adalah rasa dan suasana. Di warung ndeso ini, kita bisa memilih bebas apa yang kita mau dan berapa banyak yang kita mau, harganya tetap 8000 rupiah. Murah, namun tidak murahan. Nyatanya setelah saya melihat menu di meja, saya hanya bisa berdecak kagum. Hampir semua menu pedesaan di Jawa Timur ada di sana. Mulai dari pecel, ikan-ikan sungai yang digoreng kering, sambel, lodho (ini masakah asli Tulungagung), sayur kates, sayur bayem, ikan santan dan masih banyak yang lainnya. Wah! Ini bakal makan besar. Lebih-lebih bahannya memang semuanya berasal dari tempat sekitar jadi dijamin kesegarannya.
"Teman-teman mencoba makanan yang ada" Memang sebaiknya kita mencoba semua jenis makanan yang disediakan kalau ingin bagaimana sebuah citarasa dibangun. Sayapun demikian. Semua sajian saya coba, dan ternyata memang maknyuss. Penyajian sederhana ala pedesaan ternyata menyimpan cita rasa yang luar biasa. Setidaknya saya bisa menghabiskan dua kali lebih banyak dari biasanya. Warung ndeso di Blitar bisa menjadi ikon kuliner tersendiri bagi kota Blitar. Sajian sederhana ala pedesaan, suasana 'ndeso", harga terjangkau dan sejarah dari ide-ide pembangunan warung ini, membuat sebuah kesan tersendiri yang tidak bisa dilupakan."Suasana depan warung ndeso di Blitar"


No comments:
Post a Comment